Saturday, January 6, 2018

Mate, I hope you are reading this!


Little did I know,

2017 was a heartbreak year for everyone.


I found out,

Many of my friends also experienced a breakup.



Dear mate,
We've been friends since primary school.
Just in case if you are reading this,
I want you to know that...


Mate, I know it hurts. It really hurts. 
It feels like there's a huge stone tossed onto our heart.
I can feel you, babe.
Please remember that Allah is always beside you.
No matter how much you love him, please always remember that yourself is more important than anyone else.
If you are meant to be with him, no matter what, even if the journey may seems hard and difficult, you two will be together.


Let's move forward.
Let it go.
Learn from it.
Love yourself first.
Be a better you.



Dear ex,
Please don't tell us that you are not happy with your new girlfriend because you are giving us hope to wait for you and we'll think to make you happy which in fact, you're really happy with your new one. Please don't contact us like we used to do before. Just be casual and plain friend. If you wanted to reminiscing our old good days, please just don't because you are actually breaking our heart. Please forget all the memories we made. There's no uses for us to remember all those things. Please don't try to find us where you just want to fill your free time, when your new one is sulking and what so ever. Please don't ask us anything about our life, just take care of your special one as we're not special anymore to you. Don't lie to us just to get our attention. Please, don't break our heart twice. May you happy with your new special one.



Haihhhh.... If it was easy to express how we really feel to someone...
I wish I could...
Or can someone pass this on to him?


Mate, I pray for you,
May your heart is stronger than you think!
I know, you can do it.
Believe in yourself!
I know you are a strong woman, we've been friends for long...
Find yourself back and live life to the fullest, okay?



XOXO

Thursday, January 4, 2018

“Don’t be an examiner, be the interested inquirer.”


Still not too late to wish Happy New Year kan?

Happy 2018 evelybodehhhh!
Hopefully, 2018 will give you more happiness, more laughter, more joy and pleasure, stress-free and all positive things for your life, in shaa Allah!

Mine, phewww alhamdulillah, a good start for 2018. Hopefully, it'll be a good ending too (amiinnn)!
I've listed my 10 goals for this year, btw and so excited to accomplish them! So, what's yours?








Topic for tonight (sebab update blog malam-malam)......*drum roll*,


Let's put ourselves in one's shoes.


You know what does it mean?
It means that, to imagine oneself in the situation or circumstances of another person so as to understand or empathize with their perspective, opinion, or point of view. Before being quick to judge someone for their actions, you should always try to put yourself in their place. (sources: Google.com)


Atau dengan kata mudah,

Letak diri kita kat tempat seseorang, fikirkan apa yang dorang rasa, rasakan apa yang dia rasa..
Kita takkan pernah faham apa yang seseorang tu lalui, apa yang seseorang tu rasa.. Kalau kita rasa kita faham pun, kita bukan faham 100% pun sebenarnya. Kita cuma faham sikit je daripada perasaan mereka yang sebenar.

Sebelum menilai seseorang, cuba selidik latar belakang mereka..
I believe everyone comes from very different background.. Yes, each of us. Jadi, kita tak boleh nak anggap semua orang akan mempunyai sikap yang sama, perangai yang sama, pemikiran yang sama exactly 100% like us. Kalau ada pun, mungkin background mereka mempunyai persamaan sedikit dengan kita.

Kalau tak sama, jangan salahkan dia. Try to understand people. Even siblings pun perangai tak sama kan? So, nak expect apa daripada orang-orang kat sekeliling kita?


Secara logiknya, kalau orang tak faham kita kan, kita mesti sedih kan, betul tak? Bila orang sentiasa cakap buruk tentang kita sedangkan mereka tidak tahu apa yang kita lalui, dorang tak tahu pun apa kita rasa... Sedih tak? Cuba fikirkan kita berada dalam situasi dia sebelum menilai lebih-lebih...


Kita tak boleh nak samakan orang lain dengan kita.
Orang lain-lain.
Rambut sama hitam tapi hati lain-lain, isn't it?


Setiap kali nak judge orang, cuba kita fikir macam ni..

"Aku ni baik sangat ke nak judge orang? Dah cukup baik sangat ke?"
"Aku pun buat salah juga dan tak akan sempurna."


To be honest, memang bukan senang to put ourselves in someone's shoes... It needs to be developed...
Try read this interesting article! Can empathy be taught? 
We all are human! Semua orang buat kesilapan termasuklah KITA sendiri. So, kenapa kita nak menilai orang lebih-lebih? I made mistakes and so do you. Pengalaman mematangkan seseorang... Setiap daripada kita mempunyai pengalaman hidup yang berbeza-beza.

Aku, lain... Kau, lain... Dia, lain...

Kita memang takkan sama. So, tak boleh nak expect aku akan sama dengan kau dan kau akan sama dengan aku.

Stop complaining bila orang tak sama dengan kita dan jangan kritik mereka.
Somehow, I love psychology pula hahahaha because we can learn on human behavior. Seronok juga bila kita dapat belajar kenapa seseorang react macam tu dan macam ni, lepastu bila dapat tahu, ohhhh rupanya sebab dia pernah lalui pengalaman hidup yang macam ni...


Senang cerita, jom pupuk sifat empati dalam diri!
Empati tak sama dengan simpati.

Simpati, kita rasa kesian je dengan keadaan dia.
Empati, kita rasa kesian dengan keadaan dia dan kita dapat rasakan kesedihan yang amat dalam atau dengan kata lain, putting ourselves in the shoes of another.

Berbeza tau! Besar perbezaannya.


So, tanya diri masing-masing...
Adakah kita mempunyai sifat empati dalam diri?
Try read this article, it is a long article but it's worth!

Bila kita mampu faham orang, kita dapat rasakan perasaan mereka (walaupun tak sama seperti mereka), kita akan mudah memaafkan orang... Kita akan lebih berhati-hati dalam setiap perbuatan kita terhadap mereka, cuba untuk tidak sakitkan hati dia.
Even kalau nak bagi nasihat pun, kita akan susun ayat sebaik mungkin cuba untuk sesuaikan dengan keadaan dia (walaupun tak dapat exactly the same).

Ajarilah hati untuk ikhlas setiap masa... I know it's hard. Sebab ikhlas ni Allah je yang tahu. Ikhlas ibarat semut hitam di atas batu hitam pada waktu malam. Memang tak nampak lah ceritanya kan?

Dalam surah Al-Ikhlas pun, takde perkataan ikhlas.


Betapa susahnya untuk menjadi ikhlas TETAPI tidak mustahil :')
Nothing is impossible.


Jangan terlalu mudah menilai seseorang.
Takyah do buek kojo Tuhan. Hanya Allah sahaja yang berhak menilai. Kita buat kerja kita sebagai hamba.
Ingat, kita ni hamba je kat dunia.
Jangan disebabkan keburukan yang satu, kita lupa 10 kebaikan yang ada dalam diri seseorang.
Tak salah pun kalau kita nak doakan mereka. Doa dalam diam :')
Malaikat pun akan mengaminkan doa kita dan doa kita tadi berbalik kepada kita juga tau!
Ni apa yang aku pernah dengar ustaz-ustaz cakap.

Pandang yang baik-baik... Fikir yang baik-baik...
Kerana apa yang di fikiran kita, apa yang sentiasa berlegar di hati kita, akan terpancar pada wajah kita.

"Do not allow the actions of others to decrease your good manners because you represent yourself not others. "

What comes from our heart will touch one's heart, in shaa Allah.
Wallahua'lam...

This is just my 2cents.
Thanks for reading, XOXO!

Friday, December 29, 2017

2017 Life Lessons


Ohh... How time flies! 2017 has come to an end...
I started my 2017 with a broken heart and will end my 2017 with a broken heart too...
I can conclude that 2017 has been a heartbreak year for me.
Well, at least I learned something new in my life.
Life may be simple but it may be so complicated at one point.





Friends...
Study...
Love(?)...


2017 taught me:


1. Allah will always be with us, protect us, help us, make a way for us and forgive us. Allah itu dekat dan sentiasalah bersangka baik dengan Allah. Allah tu bukan bila solat tahajud sahaja kita rasa dekat, tapi Allah sangat dekat dengan kita setiap masa dan di mana-mana. Mintalah kepada Dia walaupun sekecil-kecil perkara. Petunjuk dan Ilham hanyalah milik-Nya dan sesungguhnya hanya Allah yang Maha Mengetahui. Kuasa Allah tiada tandingan, jadi jangan persoalkan setiap yang terjadi dalam kehidupan kita :')))


2. Love yourself! Love yourself. Love yourself. Even moreeee than you love your lover. Tak kisahlah kalau ada orang lain yang sayang kita sekalipun but bear in mind, they won't love you like you love yourself. Protect yourself first regardless in any situation. Jangan mengharapkan orang lain untuk sayang diri kita, okay? Kerana dirimu begitu berharga <3


3. Do you and be you. Don't pretend! Jangan ubah diri sendiri disebabkan permintaan orang lain. If they ask to do so, they actually didn't love you because love is about accepting who you are. Be proud of yourself! Kalau bukan kita, siapa lagi? Shine bright like a diamond (sape yang menyanyi baca ayat ni, kita geng!)


4. Family and (true) friends are the most strongest support system. Ada masalah macam mana sekalipun, jangan pernah tinggalkan keluarga dan sahabat (bukan kawan biasa-biasa). Berbalah macam mana pun, jangan pernah ketepikan keluarga dan sahabat. Ambil nasihat mereka!


5. Percaya pada rezeki. Bila Allah kata nak bagi, susah macam mana pun jalan untuk kita tiba ke destinasi yang dituju, Allah tetap akan bagi. Tapi bila Allah kata taknak bagi, makanan yang dah masuk mulut pun boleh terkeluar balik, kan? Usaha pun jangan diketepikan. Tapi sebenarnya Rahmat Allah mengatasi segala-galanya. Adakala, kita rasa kita dah give all out pun tapi Allah belum nak bagi pun, tak boleh nak buat apa. Ingat, kita masuk syurga nanti pun bukan kerana semata-mata amalan kita tetapi hanyalah kerana Rahmat Allah :')


6. If someone really loves you, they won't prove it by words but they will make efforts to get you (but not efforts by words, okay?). Because sweet talker will always be a sweet talker. Be careful!


7. We passed cinta monyet punya phase. So, next time if you are considering to go for relationship, make sure it's serious AND if it didn't go out as you want to be, that is NORMAL. Jangan gopoh atau desperate sangat nak ada relationship bagai. BANYAKKKKKK lagi benda yang lebih seronok dalam dunia ni. Manfaatkan masa muda anda! Find yours! Like me, I love volunteering because I can meet strangers and make new friends hihu XD


8. Yang baik belum tentu baik. Usah cepat menilai orang! Kawan yang tikam belakang akan sentiasa berbuat baik di hadapan kita. Always expect the unexpected.


9. Yang jahat tidak selamanya jahat. Setiap manusia sentiasa diberi peluang untuk berubah. Kalau mereka nak berubah, berilah sokongan. Jangan lemahkan semangat mereka. Apa yang penting dalam hidup ini adalah bagaimana pengakhiran kita. Di mata Allah kita semua sama tetapi hanya taqwa yang membezakan setiap seorang!


10. Don't trust people easily. Manusia mempunyai hati yang sentiasa berbolak-balik, so jangan nak cepat sangat percaya kata-kata manis seorang manusia. Lidah tidak bertulang sebab tu senang je luahkan kata-kata.


11. Be brave to say 'NO'. Jangan sebab tak sampai hati atau rasa kesian, kita sanggup gadaikan maruah diri kita. Dignity is our priority. Mahalkan diri. Ustazah aku pernah pesan dulu, "Kita ni perempuan. Mahalkan diri awak tu."


12. Focus on yourself first. Focus on what you want in your life. Be the best-est woman/ man in this world and you will attract the best-est one too! Like for girls, fokus lah kat kerja-kerja perempuan (haha topik biasa) macam memasak, kemas rumah... Tu semua common sense okayyy. Be a woman a man needs not a woman who needs a man.


13. Spit out the truth even it hurts. Kebenaran memang menyakitkan. Lebih baik daripada kita menipu sebab sekali kita tipu, kita akan tipu seseorang throughout their whole life. Don't start a relationship with cheating sebab percayalah, takkan pergi jauh. Sekali tipu, selama-lamanya orang susah nak percaya lagi.


14. Trust your instincts. Kadang-kadang, kita tak perlu bukti yang banyak untuk membuktikan sesuatu perkara, percaya pada instinct kita (but use it wisely, okay?). Biasanya, lepas kita percaya pada instinct kita, satu per satu kebenaran akan sampai ke telinga kita. Trust me, I've been in this moment!


15. Ego is important in some conditions.


16. Stick to your principle. Sometimes, people just want to test you. So, be careful!


17. Don't hurt yourself. Don't give people chances easily. They don't deserve your chances. Don't let people give shit to you.


18. If somebody hurts you, try to understand their situation instead of hurting them back. Ya, memang susah nak buat sebab kita selalu ada mindset, "kau dah buat aku, kenapa aku tak boleh buat kau." Remember, hati kita akan tenang bila kita tak berdendam dengan orang lain :')))


19. Forgive people. I know, this is the most hardest part to do. Learn to forgive people. Memaafkan bukan tanda mengalah tapi hehe back to life lessons number 17 yaa! Tapi mereka boleh berubah jadi lebih baik. Doakan jelah :)


20. Tak perlu mengharap untuk perkara yang tidak pasti. Senang cerita, tak perlulah nak mengharap sangat lepastu salahkan orang sekeliling bila benda yang kita nak tu, tak jadi. Let Allah be your autopilot. Jangan expect tinggi-tinggi sangat untuk mengelakkan kekecewaan yang mendalam.






21. Be grateful. Pandang apa yang kita ada. Kalau kita sentiasa pandang apa yang kita takde, sampai kiamat pun kita takkan bersyukur. Always look at bright side of our life to be more grateful :')))


22. Tak perlu expect orang akan sama macam kita. Each of us comes from very different background. So, jangan persoalkan, "kenapa dia tak boleh fikir sampai tahap tu eh?" The answer is simple, because they're not us. They came from different background. Mungkin mereka tak pernah diajar untuk berfikir sampai tahap tu atau ada pengalaman lain dalam kehidupan mereka yang menyebabkan mereka halang diri mereka untuk berfikir sampai ke tahap tu. Try to understand people. Kalau malas nak faham orang, diam and ignore je.


23. Be independent. Jangan nak bergantung sangat kat orang sebab in the end, kita memang akan sorang pun. Belajar untuk berseorangan hahaha. Best what bila kita spend more time dengan diri sendiri, kita akan discover so many good things about us! Tapi janganlah sampai tak socialize pulak.


24. Experience is the best teacher ever! Selagi masih ada peluang, grab! (bukan Uber *okay, tak kelakar*).


25. Ajar hati untuk ikhlas setiap masa :) Bila kita buat sesuatu tu dengan ikhlas, pasti ia datang dari hati. And I believe what comes from our heart will definitely touch one's heart. Orang boleh rasa kita ikhlas ke tak melalui perbuatan dan percakapan kita. Bila hati cantik, luaran pun cantik. Tu yang ada orang kita tengok biasa je tapi cantik dia sampai ke hati. Ada orang pula, kita tengok memang cantik, everything is perfect tapi tak sampai ke hati. Wallahua'lam. Jom jadi cantik luar dan dalam!







Hmmm.... Setakat ni tu je kot yang terfikir kat fikiran aku. So, here it is... What 2017 taught me... Datang dari lubuk hati dan fikiran yang paling dalam. Clearly, I'm not mentioning anyone tapi kalau ada sesiapa terasa, pandai-pandailah tenangkan diri sendiri.

Well, I'm not that cruel (kot?).

Enjoy your life to the fullest!
Somehow, thank you for being part of my 2017 because you taught me the best anyway! At least I learned something new in my life (it's hard to admit).

Bak kata ibu,

"Zaman remaja lah seronok. Takkan hidup tu nak kain putih bersih je, at least ada lah sikit warna hijau ke warna biru ke warna hitam ke warna-warni ke... Takdelah bosan, takde benda nak cerita untuk generasi akan datang..."

Cewahhhh XP


Yang baik, ambil sebagai pengajaran.
Yang buruk, jadikan sempadan.

Hoping for a bright future!
2018, please be nice with me okayyyy :*
Tak tahulah nak tak sabar ke tak sebab masuk 2018 dah 21 tahun, dah tua :( *tapi kita baru je genap 20 hikhik*
Tapi tak sabar nak pergi vacayyyy dengan kesayangans! (okay ni takde kaitan).

No lah, tak sabar nak tengok next 'drama' in 2018.
A risk taker memang macam ni, sorry lah...

Btw, thanks for reading!
XOXO

Saturday, November 4, 2017

2 months till 2018 and I'm still...


Day 4 of November.

And I'm still confused with myself and yeah... and the other thing..

Agak-agak lah kan, bila semua persoalan ni akan terjawab eh?
Kan seronok kalau life kita smooooooth je

Study > Grad > Kerja while volunteering (for me lah)

Without any personal problems, without any distractions...
Haha gaya macam BIG PROBLEM, yes, it's not a big problem pun but still... it's annoying... like real... Rasa macam diluah mati mak, ditelan mati bapak. Haa gitulah aku.


Aigooooo I baru 19 years 10 months 4 days (consider it as 19 okay)
Still young, still sweet.

Hopefully, this problem will meet a solution...




If it was easy to express what we feel...

Saturday, September 16, 2017

Nak yang baik, jadi baik dulu


Setiap daripada kita sentiasa mahukan yang terbaik dalam setiap aspek untuk kehidupan kita. Am I right? Bermula dari sekecil-kecil perkara sehingga sebesar-besar perkara. Sebagai contoh, exam ke, even nak pakai baju apa untuk kuliah hari esok pun kadang-kadang boleh terduduk depan almari (fikir baju apa nak pakai). Itu baru perkara kecil.

Apatah lagi lah perkara yang melibatkan masa hadapan kita. Sebagai contoh, jodoh (suami @ isteri). Tipulah kalau taknak pasangan yang baik, baik ni terlalu subjektif. Nak baik yang macam mana?


(Okay, tbh, aku agak meluat nak cakap pasal benda ni but I think I have to... huhh!)


Pastinya setiap daripada kita pasti mahu baik dari segi agama (yang paling utama), baik dari segi akhlaknya, baik dari segi perwatakannya mahupun baik dari segi rupa paras. Sebelum minta yang baik, kita kena jadi baik dulu. Barulah complement gitu! Kita nak yang baik dari segi agama, maka, kita lah yang berusaha untuk menjaga agama kita dulu. Sebelum apa-apa, kita yang mulakan untuk diri kita dulu.

Untuk mengubah seorang manusia yang lain, bukanlah kerja yang mudah. Kita hanya boleh tolong untuk memberikan sedikit kesedaran atau mengajak kepada amar makruf nahi munkar. Akan tetapi, yang boleh tolong seseorang untuk berubah adalah hatinya sendiri. Hanya Allah sahaja pemilik hati setiap manusia di muka bumi ini. Kita hanya mampu berdoa, minta supaya Allah melembutkan hatinya tetapi itu semua dengan kuasa dan izin Allah juga untuk seseorang berubah. Betul kan?


Kita bukan Tuhan.
Jadi, jangan buat kerja Tuhan.
Kita tidak mempunyai apa-apa kelayakan untuk menghukum seseorang.


Yang kita boleh lakukan ialah teruskan berdoa. Allah sentiasa mendengar doa hamba-Nya. Keep praying, teruskan istiqamah berdoa dan dalam masa yang sama, berusaha untuk mengajak seseorang kepada kebaikan.

In shaa Allah, perkara yang baik, Allah permudahkan.

So, setiap kali seseorang itu futur, kita ingatkannya.

Sama-sama nak bina masjid kan, benda bukan main-main bro and sis. Biarlah permulaan kepada sesuatu hubungan itu baik dan berlandaskan syariat. Apa yang dah lepas tu, jadikan sebagai pengajaran dan jangan ulang lagi. Bila mana kita jatuh cinta, kita masih bukan mahram sesama pasangan kita. Bukan tiket untuk keluar berdua-duaan apatah lagi berpegangan tangan. Seelok-eloknya, bawalah mahram kita sebagai contoh adik-beradik ke, mak ayah ke. Itu adalah lebih baik kalau nak berjumpalah.

Kalau betul kita sayang dia dan kita betul-betul nak halalkan dia, kita takkan ajak buat perkara-perkara yang boleh mendatangkan zina (senang cerita, straight forward).

Kalau kita betul-betul ikhlas nak halalkan dia kerana Dia, jumpa terus mak ayah masing-masing. Nyatakan hasrat nak berkahwin.

Dan bila mana kita sebut tentang perkahwinan, rajin-rajinkanlah diri, sedar-sedarkanlah diri untuk menambah ilmu. Ilmu Allah ni luas dan terbahagi kepada pelbagai bidang. Lebih-lebih lagi ilmu perkahwinan ni mencakupi hampir semua aspek yang diperlukan. Ilmu pengurusan emosi, pengurusan kewangan, pengurusan masa, pengurusan rumahtangga, ilmu feqah, akidah... Apa lagi, uruskan apa lagi? Banyakkkkkkk lagi... Kita boleh belajar melalui pengalaman ibu ayah kita pun boleh..

Baca sirah nabi. Bagaimana para isteri menyokong suami mereka dalam memperjuangkan agama Allah? Mereka juga berkorban untuk jalan dakwah..

Sebab, bila kita hendak mula berkeluarga, kita juga bakal melahirkan pejuang Islam (bakal anak-anak kita lah). Kalau kita nak zuriat yang hebat, soleh dan solehah, kita yang kena mulakan dulu. Tambah ilmu, jadilah orang yang sentiasa dahagakan ilmu. Bukan ilmu di bidang kita sahaja.


Sebenarnya, banyak lagi perkara yang perlu kita fikir bila kita sudah mula berkehendak untuk berkeluarga... Tapi, aku sendiri pun umur belum 20 tahun, rasa tak layak sangat nak cakap.

Tapi tulah, perkara-perkara tu yang aku banyak terfikir sejak kebelakangan ni... Mungkin sebab..... Ehehehehe takde pape (jangan fikir lain pulak). Tapi betullah, perkara ni bukan main-main. Ini adalah perkara yang serious.


Walaupun some people might say, "kau baru 20 kot, kenapa nak fikir lebih-lebih. belajar jelah dulu, balas jasa mak ayah."


Have you ever know what's on her/his mind ke?


Kita tak pernah akan tahu apakah yang sentiasa berlegar-legar dalam fikiran setiap manusia. Jangan pernah rasa, "ohh aku terfikir pasal ni and dia ni mesti tak terfikir pasal ni." NOPE! Kita ada matlamat kita sendiri dan mereka yang lain pun ada matlamat mereka sendiri.


Jangan compare and jangan pandang rendah dengan matlamat orang lain!
Who are we?
Never judge others you never really know the depth of their scar.


So, be you and do you.
Don't let people knock you down. People come and go.
Nak pasangan yang baik? Jadi baik dulu.
Segalanya bermula daripada kita (diri sendiri).

Friday, August 11, 2017

It's not gonna be forever


Menangislah... Jika itu membuatmu berasa puas dan lega.
Menangislah... Jika itu membuatmu tenang...
Menangislah... Menangislah sepuas-puasnya...
Menangislah... Layankan perasaanmu, biar engkau tahu apa yang engkau mahu...
Menangislah... Menangislah dalam sujudmu kepada-Nya, kau pasti akan temui jawapan.


Recently, aku baru dapat results end of year 1.
I'm not really happy with my results because I had put so much effort during the exam.
Rasa terkilan sangat-sangat, tak tahu nak explain macam mana.
Lebih-lebih lagi dikelilingi dengan sahabat-sahabat (sebab agak rapat) yang dapat dean list (3A- anatomy, biochemistry, physiology).
I feel SOOOOOOOOOOO bad about myself, I feel SOOOOOOOOOO stupid, feeling SOOOOOOOOO useless, feeling SOOOOOOOOO dumb and all! I keep questioning myself, what have I done sampaikan rasa macam kejayaan kena sekat.

Kenapa aku frust menonggeng gila-gila adalah sebab tahun dua ni, I'll be sitting for my 1st professional exam. Senang cerita, kalau gagal kena repeat tahun. So, as an over-thinker, aku rasa sangat takut untuk melangkah ke tahun dua ni sebab takut akulah orang itu...


Perasan tak...

Kita selalu takut dengan perkara yang akan terjadi masa akan datang walhal belum terjadi pun...
Kita selalu berasa bimbang dengan masa hadapan...
Kita selalu berasa sedih dengan apa yang kita peroleh sebab tak dapat apa yang kita nak...

Sedangkan, dalam Al-Quran, Allah telah pun berfirman...

"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu".

-(Al-Fussilat: 30)


Allah tekankan dua perkara kat sini. Jangan berasa takut dan sedih.
Setiap perkara yang kita nak, mesti kita doa minta merayu-rayu kat Allah, am I right?
I'm sure everyone has done this.
Kita lazimi solat sunat, kita lazimi istighfar, kita lazimi selawat sebab kita berharap agar Allah bagi apa yang kita nak...

Tapi kita selalu juga lupa bahawa,


“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”

-(Al-Baqarah: 216)


Apa yang kita minta dan kita sangkakan indah, belum tentu yang terbaik untuk kita.
Bilamana kita rasa, sebelum ni setiap kali kita berdoa, kita minta kepada Allah dan Allah menjawab segala doa kita adalah kerana Allah sayangkan kita, sebab kita rasa amalan kita kepada Allah tu amat banyak, sebab kita adalah hambar yang taat. Tidak.

Once kita berdoa tapi Allah tak bagi pun jawapan untuk doa kita, pun tiada kaitan dengan "apa dosa yang aku dah buat?" "apa yang menghalang daripada turunnya kejayaan buatku?". Nope.


Your Duaa' is getting answered immediately or not has nothing to do with Allah whether He is happy or not with you. It has nothing to do with that. There is no connection between those two things and if there is connection, you cannot guess what the reason is. -Ust Nouman Ali Khan


Be grateful because Allah has chosen us to be in that situation. Kita adalah insan yang dipilih dengan kelayakan (ijtiba' in arabic) untuk berada dalam situasi itu.

Dipilih dengan kelayakan.
Being chosen with qualifications.

Wow! Sounds great, right?

Kita selalu persoalkan, why me? Kenapa aku untuk berada dalam situasi ini?

For example, kalau ada orang nak hire kita bekerja. Tapi kita rasa kita takde kelayakan to be in that position, and so kita tarik diri lah kan? Kita nak beri peluang kepada mereka yang lebih layak di samping ada sijil-sijil degree tu semua lah. But all of sudden, boss syarikat tersebut tetap memilih kita to be in that position. And we keep questioning him, why me? They are a lot of better people out there. Saya tak layak, kenapa saya?

And the boss answered, sebab saya tahu awak lebih layak daripada mereka. I see something in you.
So this is the analogy...


Allah SEE something special in us that we don't even see in ourselves. We don't see what is so special about us. Why do we get chosen? We feel, so many better people out there.

And Allah said: Relax, I'll make it easy. Don't you worry about that.

That's the choice of Allah....

Allah dah pilih kita untuk berada dalam situasi tu sebab Allah tahu kita sangat layak untuk menghadapi ujian tersebut. Allah telahpun pilih kita maka kita tidak perlu risau dengan apa yang bakal terjadi pada masa akan datang dan tidak perlu bersedih dengan takdir yang kita terima.

Allah dah pilih maka Allah juga akan memberi jalan untuk kita!

Just be grateful, that's the only key!

Kalau kita nak persoalkan, kenapa ujian ni kita yang terima and so on...

Marilah kita bersama-sama mengimbau kembali sirah nabi pada zaman dahulu... (I'll share the videos with you at the end of this post)


Kita tak dapat dean list kerana itu mungkin bukan yang terbaik untuk kita..
Mereka memperoleh dean list kerana itu mungkin yang terbaik untuk mereka..
Allah beri apa yang kita PERLU, bukan apa yang kita MAHU.

Remember,

Sometimes, our pain is going to be a relief to other people.
When we are going through difficulties, it is because Allah know something better is coming!
Sometimes that better thing is coming for you or it is for somebody else.
Sometimes, the benefit of our difficulties will return to us or it will return to us after we go back to Allah...


It's NOT gonna be forever!
Keep this in our mind.

The pain is real, yes I know, I admit it.
But the pain is not gonna be forever.

Allah Maha Mengetahui.
He has planned what are the best for us.
Just keep fighting and wait for something better to come.
Don't blame yourself for what had happened, that's NOT good.


Mungkin, sakit yang kita alami sekarang adalah motivasi untuk seseorang in future?
Who knows kan?
It's okay to be sad but we have to get up!
Buktikan kepada mereka yang kita TIDAK berputus asa. Kita bukan manusia biasa-biasa.
We are strong! Kita kuat untuk berada dalam situasi tersebut.

Watch these videos to lighten up your day :)








Semoga kita semua berada dalam keredhaan-Nya...
Something better is coming.
Stay strong! XOXO