Saturday, April 14, 2018

I'm done


This is it.
I'm done.


I lied to myself and now I'm done.
I'm done with everything.

Say what do you want to say.
Keep blaming on me.
Just do what you want.


I'm done,
'Chasing' you.

Friday, March 30, 2018

B*tching someone?


Notice anything?


Dalam hidup ni, kita memang takkan mampu memuaskan hati semua orang dan bukan kerja kita pun untuk sentiasa memuaskan hati semua orang. Kita buat baik pun orang kata apatah lagi kita buat jahat. Kita keluarkan statement yang kita sendiri tak rasa something fishy or rasa macam okay je takde masalah pun, TETAP ada masalah pada pandangan orang lain. Even sis post apa-apa kat blog sis pun, tetap ada orang soksek soksek kat belakang. But, never mind. Who cares, kan?


Bila kita sibuk dengan apa yang orang akan kata pasal kita, kita memang akan stress. For what? So, abaikan je apa yang orang kata tentang kita as long as kita tahu kita tak buat perkara-perkara yang haram dan bertentangan dengan perintah Allah, that's it. And people, why don't we (yang rasa macam betul sangat), kita tegur je kesalahan or kesilapan orang tu (with manners, of course) instead of kita "membawang" dan cakap belakang atau dijadikan bahan jenaka?


Fenomena "membawang" ini makin menjadi-jadi. Perkataan "membawang" ini wujud seolah-olah macam nak tunjukkan perbuatan "membawang" itu tidak salah instead of kita guna mengumpat. Bila kita sebut mengumpat, nampaklah yang kita sedang buat dosa. Tapi bila guna perkataan "membawang" ni, macam "takpe je, aku tak mengumpat." Eh eh ehhh... Personally, I don't really like this word. Macam nak promote mengumpat tapi versi tak berdosa (tapi masih berdosa, sebenarnya).


Media sosial pun sebenarnya one of the medium yang promote manusia supaya "membawang". Nowadays, perasan tak, lebih-lebih lagi sejak ada Instagram story dan WhatsApp status, kita mudah nak meluahkan segala perasaan kita sama ada tak puas hati kat orang ke marah kat orang ke, kita post dan sebenarnya dalam masa yang sama kita timbulkan pertanyaan kat hati mereka yang membaca.



"Eh, dia ni tujukan untuk si mamat ke?"

"Rasanya macam dia maksudkan si minah. Sebab tadi aku nampak bla bla bla.."

"Aku ke yang dia maksudkan kat status ni?"



Boleh menimbulkan fitnah dan dari situ juga orang ramai buat assumptions.

Dia macam, entahlah... Kalau semua orang bersangka baik, pasti dunia ni aman dan damai kan? Sebelum kita buat assumptions pun, apa kata kita bersangka baik dulu and let it go.

Dan kita pun, kalau boleh agak outcome yang akan jadi bila kita post tu, better don't do it. Sebab kita sendiri yang menimbulkan fitnah terhadap diri sendiri. Pastu sedih bila orang soksek kat belakang. Ayoyyooo...


Tujuan utama kehidupan ini adalah untuk meraih redha Allah. bukan redha manusia :')


Tak salah untuk kita sebagai manusia, see good in people. Melihat kebaikan dalam diri seseorang. Apa yang kita buat kat orang, itulah yang kita akan dapat balik. Jadi, kalau kita sentiasa berkata tentang orang, tanpa disedari, orang lain pun sentiasa berkata tentang kita.


Fitrah manusia ni akan tertarik untuk melakukan kebaikan. Kenapa kita sendiri nak melanggar fitrah kehidupan kita? Penciptaan manusia ni, Allah ciptakan penuh dengan kebaikan dan keunikan. Why not we just explore the Kebaikans yang ada dalam diri seseorang manusia. There's nothing wrong about it. Kenapa kita lebih suka pandang keburukan yang satu berbanding dengan kebaikan yang banyak?


Dalam diri seorang manusia, penuh dengan 1001 kebaikan. Setiap manusia, pasti ada kebaikan dalam dirinya. Ya, PASTI! Mungkin kali pertama kita mengenali seseorang adalah kita berhadapan dengan situasi yang kita tidak inginkan, namun, itu bukanlah kayu pengukur untuk terus kita melabel seseorang sebagai seorang yang buruk dan jelek. Mungkin juga kita mengenali seseorang melalui cerita rakan kita, tetapi tidak bermakna dia selamanya seperti dalam cerita kawan kita tu. I mean, come on people, we are in 2018 already.


Why is it so hard? Because we love to jump into a conclusion and labelled them this and that before we know the exact problems or background of their life. Another word, judgmental. Setiap masalah pasti ada puncanya. So, before we labelled one person this and that, why not we put ourselves in their shoes first. We never knew what they had gone through... Their struggles and all! Just like us. We have our own struggle and our own problems and our own background of life. Imagine, there are some people making assumptions towards you before they get to know you first, what do you feel? Mesti kita akan rasa kecewa dan marah. So, sama jelah macam orang yang kita duk sibuk-sibuk kata tu.


Walaupun dia bercanggah dengan kita, it doesn't mean that they are bad to us. Hanya disebabkan kita tak sehaluan dan tidak mempunyai fikiran yang sama, tidak semestinya kita tak boleh berkawan atau kita perlu menjauhi dirinya. Kadang-kadang, kita belum pernah kenal seseorang tapi disebabkan terdengar soksek soksek orang tu kata, kita pun termakan sekali. Padahal, we never knew them punnnn!


Lihatlah seseorang dengan penuh kebaikan.
Appreciate and respect the differences. Simple.


Yang hitam, yang kita selalu nampak. Yang putih, dibuta-butakan. Haaaaaaa....

The purpose of life is to learn and of course to worship Allah too. So, from people also we can learn. Dan kadang-kadang, apa yang kita dapat itu tak semestinya direct tetapi sesuatu yang perlu kita fikirkan di sebaliknya. Sama ada, kita terfikir atau tak? Ambil yang baik, tinggalkan yang buruk.


Pandangan kita mungkin berbeza.
Tapi tujuan hidup kita semua sama, iaitu..
Syurga.

Kita taknak masuk syurga sorang-sorang kan?


Wallahua'lam.

I'm still learning, so do you.
Let's chase for mardhatillah, bi iznillah.

Thursday, March 22, 2018

Of heartbreak and moving on


"Wow, Sarah tak move on lagi ke?"

Wait... Read till the end.

I barely do this.

I'm not going to promote this blog post like I used to do for the previous posts on social media. Why? Whenever I didn't promote it, it means, it's special. Special to those who loves to blogwalking or suddenly want to read my blog or whatever. Sebab dia macam rahsia yang tak perlu dihebahkan tapi it's okay to sit still on my blog without promoting it. Got it? Sounds complicated kan.


Alhamdulillah, I've moved on. Hopefully, it stays. But sometimes, I kinda miss that feelings. Too many feelings and it mixed up! Social media gives a very bad influence, btw. Sometimes, I feel useless and I'm not helping myself. I'm not giving the best cooperation ever with myself because I hurt myself. By.... Well, there's a lot of medium nowadays, so hmm...


Sometimes, I keep questioning the same questions.

"Kenapa aku tak dapat dulu? Kenapa dia boleh dapat?'

"Why am I not getting that kind of attention dulu?"

"Why he can do this and that to her? Dulu, I tak pun."


Well, the answer is simple.

Aku juga yang minta untuk tidak berada dalam situasi tu. For the sake of my dignity.
And whenever I have that kind of thoughts, I keep telling myself,

"Do you really want that kind of attention? Bukan ke you yang nak break sebab nak jaga diri lah."

So, terkena balik hahahaha, bagus juga kadang-kadang because it keeps me on my track.

I love those days, where I'm still single and available, not falling in love and free from this post-heartbroken phase.

I can say, the new version of old Sarah has back but you know. The scars are still there.


Moving on means I accept the fact that I'm not in the relationship with him anymore and he already replaced me with someone new. I accept that fact and we cannot delete all those memories from our mind. This what moving on is.

Mula-mula dulu, terkilan lah. Sebab we kinda have some agreements. Well, biasanya perempuan je yang ingat semua tu but umm never mind. I'm 21, still young and sweet ;) so, still have long time and long journey to go. Why would I getting worried? Well, I'm not getting worried about jodoh thingy pun.


I can say that love is an addiction too. No wonder why there are some people who did a rebound. They hook up with someone new just to avoid the pain of break up. Because when we are in love, there is a hormone being produced to keep us happy which is Dopamine. Dopamine causes addiction because if we didn't get the same level of Dopamine suddenly (like after the break up), we tend to seek for other things to make us happy, to reach the same level of Dopamine like before. So, it is addicted. Well, you can do some researches on the internet, just Google and you'll find there's a lot of articles about that. Trust me.


Tapi, addiction ni ada cure. Yes, there is! It depends on you how many days, months or years you need. It might take years to heal but it is treatable. Jadi, jangan gunakan alasan, kita dah try tapi tak boleh. Of course, you can! It might take longer time than you expect. Berdoa kepada Allah itu adalah kekuatan yang terbesar. Kerana perasaan ini milik Allah dan hanya akan kembali kepada Allah. Maka, berdoalah. Hati juga Allah yang pegang. Maka, berdoalah. Believe in yourself, you can do it! Jangan bagi alasan. Kalau tak boleh, itu semua atas diri kita sendiri. Kita sendiri yang taknak tolong diri kita.


Anyway, I'm getting better. I'm glad that I can do it, yes of course! but umm, sometimes I miss all the memories. Tapi rasanya kalau perkara tu berterusan sampai sekarang, I don't think that I'm survive. Kot. So, thanks to Allah. I learn something from this new experience. It's just 3 months but there are a lot of bittersweet memories. I miss to have the gut instincts towards my partner, I miss talking and laughing to him (I admit), I miss writing (love) letters and giving him present, I miss when every morning I woke up, there's someone kind of waiting for me... 


"Kenapa nak rindu buat dosa?" then I keep telling myself this one.


I miss every single things. Rasa kelakar pun ada juga bila after break up, I didn't show the other side of myself to him anymore hahahaha... Ayoyoyo (ahh lantaklah). See, I think I just miss the moments not the person much, kot? I don't know.


So, yeah. #SarahOK seriously. I'm not broken anymore. I'm here, to tell the world that I'm okay. Just sometimes, I miss the moments. Not because of I didn't move on yet. Already make a move. So, I'm  literally okay and happy girl now, alhamdulillah.



Thanks for reading, dear loyal readers XOXO

P/s: If you happened to read this, you should be glad that I'm revealing my true feelings publicly. I barely do this. This is my real feelings. So, just want to tell you my thoughts, maybe you wonder how I bear with the pain or did I not miss anything about us or things related to it. I do.

But, I have to let it go. Why do I have to hold on to something that can hurt me again? Saya bukan Tuhan, biarlah Allah yang menentukan perjalanan kehidupan kita. Perjalanan kita masih panjang, tiada apa-apa perkara pun boleh menjamin kehidupan seseorang. Have faith and keep praying :) 

Tuesday, March 20, 2018

Randomly random


Random thoughts.

Well, kinda miss that feelings.

But I'm already make a  move, okay. I'm okay and I'm doing fine and better days after days alhamdulillah. It's just I'm missing that feelings hahahaha, well it is so weird tbh.

Perkara biasa, mungkin?

Aku okay. Seriously, I'm happy with my life.

So, yeah... 6 months, today.

If you happened to read this, please know that ermm ummm okay nothing.

Monday, February 26, 2018

Bingkisan Kaktus


"Kau nak kahwin dengan diri sendiri tak?"

"Maksud kau?"

"Andai satu hari nanti, kau diberi peluang to see the true colour of yourself, kau nak tak kahwin dengan diri sendiri?"


............................................................................................................................................................................


Do you want to get married with yourself?
I mean, someone like yourself.

Kita sendiri tahu kita macam mana. Kita yang? Hanya kita yang mengenali segala kelemahan dan kemampuan diri kita, segala kerajinan dan kemalasan diri kita, segala perbuatan yang kita lakukan ketika mempunyai masa lapang, segala tindak-tanduk yang bakal kita lakukan ketika menghadapi sesuatu musibah, segala kemarahan dan kesabaran kita, segala ketaatan kita terhadap Allah, will you marry yourself?

Tepuk dada, tanya diri sendiri.
Will us?

Soalan ini membuatkan aku tersedar bahawa,
Ada banyak lagi perkara yang belum selesai pada ketika ini. Umur hanya sekadar umur. Pada waktu muda ini lah, kudrat seorang remaja masih lagi berada pada tahap yang tinggi. Pada ketika ini lah, kudrat kita diperlukan untuk disumbangkan ke jalan yang memerlukan. Pada ketika ini lah, zaman yang kita tak boleh sia-siakan. Bagaimana kita ketika tua adalah kita yang muda sekarang. Jangan nanti kita menjadi seorang tua yang menyesal.

"Adakah aku sedang menggunakan zaman mudaku dengan baik?"

Proses dakwah dan tarbiyah bukanlah suatu proses yang perlu dilalui oleh seorang manusia apabila terlibat dalam program khusus sahaja. Bukan juga untuk sesetengah golongan sahaja.

It's a lifetime process. Khususnya untuk kita semua yang Muslim.

Tempoh hari, membuatkan aku terfikir,

Untuk menjadi seorang wanita tu kena kuat, kan? Atau dengan erti lain, kena pura-pura kuat.

Sekuat mana pun seorang wanita, dia tetap memiliki hati perempuan.

Sekuat mana pun sesuatu ujian, menjadi kuat adalah pilihan terbaik. Dua kekuatan dalam satu masa. Satu, kekuatan menghadapi ujian tersebut. Dua, kekuatan untuk terlihat kuat pada zahirnya.

Pernah dengar kan,

"You educate a man, you educate a man. You educate a woman, you educate a generation."

You educate a woman, you educate a generation. Why?

Because a woman will educate a generation.

Setuju tak kalau kita kata, bagaimana kita sekarang adalah banyak dipengaruhi oleh didikan seorang ibu? Kita dan ibu sangat mempunyai chemistry yang kuat sejak kita belum lihat dunia lagi. Dididik sejak berada dalam rahimnya sehingga kini. Untuk seorang ibu mendidik seorang anak bukanlah perkara yang mudah. Kekuatan fizikal dan mental sangat diperlukan. Membuatkan aku terfikir, adakah aku sudah cukup kuat untuk menjadi seorang wanita?

Ada banyak lagi cabaran yang akan datang tapi ujian sekecil ini sahaja sudah mampu membuatkan kita rebah? Then, macam mana nak educate a generation? Generation kot, bukan sikit-sikit!

Aku cemburu melihat wanita yang kuat. Kuat seperti tidak merasa apa-apa.
Dia kelihatan cantik apabila dia kuat :')
Dan masih kelihatan lembut dalam kekuatannya... Mampukah aku menjadi wanita seperti itu?

Hati perlu kuat untuk menjadi kuat.
Hati, Allah yang pegang.
Dan segala yang datang dari hati juga berkait rapat dengan akhlak individu.
Akhlak yang mulia merupakan cerminan hati yang baik.

Sebabtu, orang yang berakhlak mulia terasa cantik di hati. Terasa, bukan terlihat. Terasa, kita guna hati. Terlihat, kita guna mata. Mata selalu menipu hati, kan?

That's why, what comes from our heart can touch one's heart.

Jadi, macam mana nak memiliki akhlak yang mulia?

Permulaannya adalah dengan didikan yang suci. Diikuti dengan hati yang suci. Maka, terhasillah akhlak yang mulia...

Kita kena didik diri untuk jadi baik. Akhlak datang dari hati dan iman yang paling dalam. Jiwa yang suci pula lahir dengan melazimi taubat. Dengan melazimi istighfar dan taubat, ini merupakan satu panduan untuk kita, panduan/ hidayah daripada Allah untuk sentiasa memilih kebaikan :")

Indah, bukan?

Dan kita juga tidak boleh memandang enteng dengan apa-apa dosa yang kita buat. Orang mukmin memandang dosa mereka dengan satu sisi yang amat besar walaupun hakikatnya kecil. Kita tak tahu amalan kita yang mana yang menyebabkan kita masuk ke dalam syurga. Jadi, beramallah sehingga mati...

Untuk melakukan perubahan hidup, semestinya tidak ada jalan singkat dan proses ini adalah proses jatuh dan bangun. Apa yang diperlukan dalam proses ini adalah ISTIQAMAH.

Istiqamah ni, kita nampak macam simple kan. Tapi susah kan nak buat? (Nailed it!) Benda yang sikit tapi buat secara konsisten. Buat dalam kemampuan! Jangan buat terlalu lebih dan jangan pula terlalu kurang. Untuk didik hati kita, jangan paksa diri untuk melakukan sesuatu yang luar dari kemampuan kita. Jangan risau, kesusahan yang kita hadapi hari ini, Allah akan bayar dengan syurga sebagaimana Allah berikan syurga buat para sahabat, bi iznillah--


Sebenarnya, minda 2-3 hari ini banyak sangat berfikir untuk perkara yang macam-macam.. tapi tak tahu nak luahkan dalam bentuk apa.

Yang macam-macam itu membuatkan aku tersedar daripada dunia aku... Ohhh, banyak lagi kerja aku tak settle. Kenapa aku banyak sangat rehat? Penat sikit je mengeluh, penat sikit je mengeluh. Macam mana nak jadi kuat? Kadang-kadang geram dengan diri sendiri, kenapa orang lain boleh tapi kenapa diri sendiri tak boleh? Kadang-kadang cuba untuk mencabar diri sendiri tapi momentum itu tidak kekal lama.

Aku cemburu dengan mereka yang mampu untuk konsisten mengekalkan momentum itu.
Aku cemburu dengan mereka yang tidak mengeluh penat.
Aku cemburu dengan mereka yang tidak mudah berputus asa.
Aku cemburu dengan mereka yang sentiasa kuat.
Aku cemburu dengan mereka yang fikirannya bukan untuk dunia mereka sahaja.
Aku?

Berbalik kepada soalan pertama tadi, will I marry myself?

The answer is,








Not yet...




Terlalu banyak lagi kekangan yang perlu diisi...
Terlalu banyak lagi ilmu yang belum diketahui...
Terlalu banyak lagi kelemahan yang perlu diperbaiki...
Yang tahu cuma aku dan sampai bila pun aku tak tahu...

Untuk yang membaca ini, tolong ingatkan aku ketika aku lalai dan lupa--
Bahawa dunia ini sementara.

Saturday, February 10, 2018

Rebound and move on?


What's your thought about rebound?

Rebound in an urban dictionary means start a new relationship with someone new just to avoid the pain of a breakup. Meaning that, one 'use' someone to replace his/ her ex dengan harapan dorang akan move on?


Personally, I hate this way. This is not a good way for someone to move on. Yes, sometimes it works (but it rarely works) but what if it doesn't work? Don't you feel like we are playing someone's heart to a beat? We are forcing ourselves to be in a relationship with someone new like in our past. Just because of the heart ache, doesn't mean we can simply fall in love (in a short period) to replace the ex.


I believe there is rebound thingy but I didn't believe that this so called "method" can help someone to move on, forgetting all good things in a short time. Maybe, this "method" can distract one from his/ her heart ache. But trust me, dengan cara macam ni, seseorang tak akan mampu untuk move on dalam masa yang singkat (or even in long period pun) sebab perasaan tu tak habis. I mean, cepatnya mengalah? Macam kelakar bila dalam masa kurang sebulan atau dua, tiba-tiba dah jumpa yang baru. Macam whattttt? Are you serious to be in that relationship? Desperate gila cari yang baru. 


Semudah tu cari pengganti. We cannot simply say that we've moved on when we already hooked up with someone new. In my opinion, one really needs to move on, forgetting his/ her past first then bila dah redha and ikhlas letting off all those things, baru start a new relationship.


Start a new relationship AFTER moving on.
Don't start a new relationship WHILE moving on.
Dua perkara yang SANGAT berbeza.
You get me?


When we start a new relationship while moving on, we are actually creating a new problem to ourselves. Why? Sebab perasaan yang lama tak habis. We will tend to compare the 'new one' with the 'old one'. Teringat-ingat kat kekasih lama. Atau mungkin lah lama-lama tu dia dah lupa tapi once dorang terjumpa balik, ada kemungkinan perasaan tu timbul kembali. Macam drama kan, tapi this is real, babe! So, tak peliklah orang yang lepas je balik reunion sekolah ke universiti ke tiba-tiba cerai sebab terjumpa kekasih lama, sebab perasaan yang lama tak habis. Berkemungkinan besar juga kita akan cari ex kita and contact balik sedangkan we already have a new one. Kan dah curang kan? Pergi create masalah baru pulak.


Kalau masih suka, cakap suka, it is easy! Why we need to lie to ourselves? Yes, telling the truth is hard but that doesn't mean we can tell them lies. Or maybe, memang kalau dah kena reject teruk, tak perlu lah nak terhegeh-hegeh cari balik kan. Start a new life. But move on dulu baru start a new relationship. Still, we need to move on first.


Aku sangat percaya bila seseorang tak move on sepenuhnya sebelum start a new relationship, ada kemungkinan dia kurang bahagia. Yelah, perasaan tak habis kot. And this is dangerous! Kesian lah kat your new one. Of course, he/ she is putting their best-est efforts to take care of you and give attention towards you to make you comfortable and happy. Tapi kita yang tak happy bukan sebab yang baru tapi sebab tak move on daripada yang lama. Pebenda tah!


Jangan gunakan seseorang untuk lupakan seseorang.
Rebound is cruel.
Be careful, maybe you just a rebound.

Spit out the truth even it hurts.

Don't forget to share your thoughts too!
Do leave something in comment.
Thanks for reading.